Kebodohan Tak Penting Penyebab Kematian Pendaki di Gunung Part 1
Mendaki gunung merupakan kegiatan yang sedang banyak digandrungi
oleh berbagai kalangan, apalagi semenjak adanya banyak film yang
mengisahkan tentang pendakian. Berbagai kalangan berbondong-bondong
mendatangi gunung-gunung untuk melakukan pendakian dari mulai kalangan
remaja, mahasiswa, karyawan dan umum.
Sebagian dari mereka hanya ingin melihat keindahan matahari terbit ataupun matahari tenggelam dari atas gunung, lautan awan, hutan yang hijau dan berujung mengambil foto-foto untuk dipamerkan di sosial media agar mereka terlihat keren dan hebat. Mereka tidak menyadari akan bahaya kematian yang bisa menghantui kapan saja karena mendaki gunung dikategorikan sebagai kegiatan ekstrem.
Mendaki membutuhkan kemampuan teknik khusus, persiapan yang matang dan partner berpengalaman. Jika tidak memiliki itu semua, maka hasilnya seperti yang sudah sering kita dengar di media yaitu berita pendaki hilang, pendaki tersesat, pendaki terluka bahkan yang paling fatal adalah pendaki yang tewas di gunung. Berikut beberapa kebodohan pendaki gunung yang banyak dilakukan dan akhirnya menyebabkan kematian.
1. Mendaki Bersama Rombongan Besar
Hal ini banyak dilakukan oleh pendaki saat ini setiap hari libur, mereka berbondong-bondong pergi ke gunung bersama rombongan besar yang bisa mencapai 20-30 orang.
Mereka berpikir dengan rombongan sebanyak itu, mereka akan lebih aman, biaya lebih kecil dan izin orang tua lebih mudah didapat. Sebaliknya, hal itu berbahaya dan menjadi kesalahan fatal yang jarang diantisipasi karena akan semakin banyak konflik seperti sulitnya pembagian konsumsi, kurangnya P3K, dan lain-lain.
Idealnya saat mendaki satu rombongan beranggotakan 5 – 10 orang agar ekosistem sekitar gunung juga tetap terjaga dari kerusakan
Sebagian dari mereka hanya ingin melihat keindahan matahari terbit ataupun matahari tenggelam dari atas gunung, lautan awan, hutan yang hijau dan berujung mengambil foto-foto untuk dipamerkan di sosial media agar mereka terlihat keren dan hebat. Mereka tidak menyadari akan bahaya kematian yang bisa menghantui kapan saja karena mendaki gunung dikategorikan sebagai kegiatan ekstrem.
Mendaki membutuhkan kemampuan teknik khusus, persiapan yang matang dan partner berpengalaman. Jika tidak memiliki itu semua, maka hasilnya seperti yang sudah sering kita dengar di media yaitu berita pendaki hilang, pendaki tersesat, pendaki terluka bahkan yang paling fatal adalah pendaki yang tewas di gunung. Berikut beberapa kebodohan pendaki gunung yang banyak dilakukan dan akhirnya menyebabkan kematian.
1. Mendaki Bersama Rombongan Besar
Hal ini banyak dilakukan oleh pendaki saat ini setiap hari libur, mereka berbondong-bondong pergi ke gunung bersama rombongan besar yang bisa mencapai 20-30 orang.
Mereka berpikir dengan rombongan sebanyak itu, mereka akan lebih aman, biaya lebih kecil dan izin orang tua lebih mudah didapat. Sebaliknya, hal itu berbahaya dan menjadi kesalahan fatal yang jarang diantisipasi karena akan semakin banyak konflik seperti sulitnya pembagian konsumsi, kurangnya P3K, dan lain-lain.
Idealnya saat mendaki satu rombongan beranggotakan 5 – 10 orang agar ekosistem sekitar gunung juga tetap terjaga dari kerusakan



Komentar
Posting Komentar