Kebodohan Tak Penting Penyebab Kematian Pendaki di Gunung Part 4

Awam dengan Hipotermia
Awam dengan hipotermia merupakan kesalahan dan ketidaktahuan pendaki gunung yang sering terjadi dan penyebab paling banyak pendaki tewas di gunung.
Ketika salah satu anggota menggigil dan hilang kesadaran, pendaki pemula akan sulit menanganinya karena kurangnya pengetahuan dengan penyakit ini. Saat terjadi seperti ini, anggota lain seharusnya memasukkannya ke dalam sleeping bag dengan beberapa botol air hangat tetapi ganti pakaiannya dengan yang masih kering terlebih dahulu. Jika tidak ditangani seperti itu dengan cepat, maka pendaki tersebut akan tewas kedinginan.


Penyakit Gunung yang Biasa Menyerang Para Pendaki
Berikut adalah beberapa kejadian yang dapat diklasifikasikan sebagai penyakit pegunungan (Mountain Sickness) :
HIPOTERMIA
Adalah suatu keadaan dimana suhu jatuh ke dalam suhu dibawah normal. Penyebab terjadinya hipotermia antara lain :
Tubuh terendam dalam suhu dibawah titik beku dimana kejadian hipotermia akan cepat berlangsung.
Hipotermia akan berlangsung perlahan bila berada/kontak lama dalam lingkungan suhu dingin.
Hipotermia lebih mudah terjadi pada seseorang yang kelelahan, kelaparan, ketakutan, tubuh basah, terkena angin dingin, dan kekurangan oksigen pada ketinggian.
Gejala-gelanya :
Penurunan suhu tubuh dengan tanda-tanda korban, bila diraba seluruh tubuh terasa dingin dan tampak kelabu dan kebiru-biruan atau pucat
Tanda-tanda vital : frekuensi nadi, kuat atau lemahnya denyut nadi tidak normal, begitu juga suhu tubuh dan pernafasannya tidak normal dibandingkan orang normal
korban dapat mengalami penurunan kesadaran, mengantuk, mengigau (Linglung) atau tidak sadar.
Penanganannya :
Yang harus diperhatikan pertama kali adalah resusitasi ABC, terutama jalan nafas, bila ada henti jantung atau henti nafas segera lakukan RJP.
Cegah kehilangan panas, terutama panas tubuh dengan memindahkan korban dari lingkungan dingin. Pada penderita hipotermia ringan biasanya merespon terhadap penghambatan dari luar, dengan melepaskan baju basah dan dingin. Kemudian dipakaikan selimut/jaket yang hangat (bisa juga dengan Sleeping Bag). Dekatkan korban dengan perapian.
Berikan korban minuman air gula yang hangat
Segera evakuasi sambil memonitor kesadaran umum (kesadaran pernafasan dan denyut jantung)

Komentar

Postingan Populer